Pintu Air Manggarai

Pintu Air Manggarai adalah pintu air yang berada di daerah Manggarai, sebagai pengatur aliran air yang akan memasuki Kanal Banjir Barat. Pintu air ini merupakan bagian dari pengendalian banjir di Ciliwung dengan mengalihkan air ke bagian luar Jakarta, melewati kanal dari Manggarai, di kawasan selatan Jakarta sampai ke Muara Angke di pantai utara. Setelah dari pintu air Manggarai, air akan mengalir ke Pasar Rumput, Dukuh Atas, lalu membelok ke arah barat laut di daerah Karet Kubur, kemudian dilanjutkan ke arah Tanah Abang, Tomang, Grogol, Pademangan, dan berakhir di sebuah reservoar di muara, di daerah Pluit.[1]

Dalam pengoperasiannya, Pintu Air Manggarai terkait erat dengan Pintu Air Karet.

Sejarah

Sejarah Pintu Air Manggarai terkait dengan pembangunan Kanal Banjir Barat, dimulai dengan adanya ide menghubungkan Kali Krukut dengan Kali Ciliwung, sehingga mengalihkan aliran air yang selama ini menggenangi Menteng dan Weltevreden. Dengan pengaturan air sejak dini dari bagian selatan Jakarta, diharapkan beban banjir di pusat kota pada masa itu lebih ringan.

Prof. Ir. Hendrik van Breen adalah insinyur yang bertanggung jawab membuat perencanaan pengendalian banjir melalui Kanal Banjir Barat, sistem polder, dan rencana Kanal Banjir Timur pada masa itu. Namun hingga 2003, hanya Kanal Banjir Barat yang berhasil diwujudkan. Akibatnya air hanya mengalir dari yang seharusnya menggenangi Jakarta Pusat, beralih menggenangi daerah yang lebih rendah di Manggarai dan Jatinegara. Barulah setelah pemerintahan Presiden Megawati, ide itu kembali dilanjutkan melalui Kanal Banjir Timur.[2]

Tumpukan sampah

Pintu Air Manggarai menghadapi masalah tumpukan sampah setiap tahun yang mengganggu kerja pintu air. Hal ini disebabkan buruknya kesadaran warga dalam manajemen sampah serta pemukiman warga yang dibangun di atas kali Ciliwung. Pada tahun 2011, penjaga pintu air menyatakan sampah bisa mencapai 100 meter kubik setiap harinya, dan meningkat tiga kali lipat saat banjir.[3]Wakil Gubernur pada periode tersebut, Prijanto, pernah menegur buruknya penanganan sampah yang menyebabkan memburuknya banjir.[4]

Pada tanggal 24 Desember 2012, Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama menyatakan bahwa telah menjalin komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mengganti mesin pengeruk sampah yang telah lama rusak. Selama terjadi kerusakan, fungsi mesin ini digantikan oleh ekskavator.[5]

Penambahan kapasitas

Kini Pintu Air Manggarai telah ditingkatkan dari tiga menjadi empat pintu, sehingga kapasitasnya pun otomatis bertambah dari 330 meter kubik per detik menjadi 500 meter kubik per detik. Diikuti upgrade di Pintu Air Karet dari 500 meter kubik per detik menjadi 750 meter per detik. Diharapkan dengan penambahan kapasitas ini, ancaman banjir di Jakarta Pusat, terutama Latuharhari, semakin berkurang.[6]

Lihat juga

Referensi

  1. ^ "Pengabdian Penjaga Pintu Air, diakses dari situs Lingkar Berita". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-03-18. Diakses tanggal 2013-01-18. 
  2. ^ Sejarah Banjir di Jakarta, diakses dari situs jakartakita
  3. ^ Pintu Air Manggarai Tertimbun Sampah, diakses dari situs berita WartaNews[pranala nonaktif permanen]
  4. ^ Prijanto Marah Pintu Air Manggarai Penuh Sampah, diakses dari situs berita Okezone
  5. ^ Ahok: Kemen PU Segera Ganti Crain Pintu Air Manggarai, diakses dari situs berita Merdeka
  6. ^ Pengerjaan Pintu Air di Manggarai Segera Rampung. Diarsipkan 2014-02-01 di Wayback Machine. Diakses dari situs Berita Inilah.com pada 25 Januari 2014
  • l
  • b
  • s
Topik mengenai Batavia
Daerah
Duizendeilanden
Benedenstad
Bovenstad
Ommelanden
Lambang Kota Batavia
Lambang Kota Batavia
Jalan

Molenvliet Oost · Molenvliet West · De Groote Postweg · Rijswijk · Noordwijk · Princen Laan · Sluisburg Straat · Nieuwpoort Straat · Parapattan Straat · Nassau Boulevard · Van Heutsz Boulevard · Orange Boulevard · Oude Tamarinde Laan · Jacatraweg · Koningsplein Straat · Landhuisweg · JP Coenweg · Mampangweg · Nieuwe Vliegveldlaan · Senenweg · Rijswrjkstraat · Kemajoranweg · Matramanweg · Drukkerijweg · Bacharachtsgracht · Passerstraat

Taman
Tim Sepak Bola
Bangunan
Pelabuhan
Stasiun Kereta Api
Halte Trem
  • Pasar Ikan
  • Amsterdamse Port
  • Batavia
  • Asemka
  • Djembatan Lima
  • Glodok
  • Tangki
  • Prinsenlaan
  • Pisangbatoe
  • Kali Groot
  • Goenoeng Sahari
  • Sawah Besaar
  • Pintoe Besi
  • Harmonie
  • Koningsplein Noordwest
  • Rijswijk
  • Noordwijk
  • Schouwburg
  • Departement van Marine
  • Kebondjahe
  • Fromberg Park
  • Waterlooplein
  • Koningsplein
  • Stoviaweg
  • Pasar Senen
Bandara
Tempat Pemerintahan
Rumah Besar
Penjara
Kastel/Benteng/Bastion
  • De Amsterdamse Poort
  • Oude Utrechtse Poort
  • Kasteel Batavia
  • Westzijdsche Pakhuizen
  • Oostzijdsche Pakhuizen
  • Waterkasteel
  • Bastion Amsterdam
  • Bastion Buren
  • Bastion Cuylenburg
  • Bastion Groningen
  • Bastion Grimbergen
  • Bastion Diest
  • Bastion Oranje
  • Bastion Enkhuizen
  • Bastion Overrijsel
  • Bastion Friesland
  • Bastion Gelderland
  • Bastion Hollandia
  • Bastion Vierkant
  • Bastion Zeeburg
  • Bastion Zeeland
  • Bastion Middelburg
  • Bastion Utrecht
  • Bastion Nassau
  • Bastion Rotterdam
  • Fort Anké
  • Fort Noordwijk
  • Fort Rijswijk
  • Fort Ancol
  • Fort Zouteland
  • Fort Jacatra
  • Fort Jacarta Buiten Batavia
  • Fort Meester Cornelis
  • Fort Prins Frederik Hendrik
  • Defensielijn Van Den Bosch
  • Defensielijn Van Den Bosch
  • Defensielijn Van Den Bosch
  • Fort Vijfhoek
Tempat Ibadah
Tempat Hiburan
Rumah Sakit
Kantor Pos
dan Kantor Telegraf
Kantor Telepon
  • Menteng
  • Koningsplein
Hotel
Museum
Lapangan Bola
Pasar
Mercusuar
Lain-Lain
Perusahaan Layanan
Masyarakat
Bank

De Javasche Bank · Postspaarbank · De Chartered Bank

Sarana Pendidikan
Taman
Pemakaman Umum
Transportasi
Daftar bangunan dan struktur kolonial di Jakarta