Isih penak jamanku to?

Isih penak jamanku to? (bahasa Indonesia: masih enak zaman saya 'kan?) atau piye kabare, isih penak jamanku to? (bahasa Indonesia: apa kabar, masih enak zaman saya 'kan?) adalah sebuah slogan dalam bahasa Jawa yang menyatakan bahwa zaman pemerintahan Presiden Indonesia Soeharto lebih baik daripada zaman sekarang.[1] Slogan ini telah muncul pada tahun 2013 di stiker, kaos, dan internet.[2] Slogan ini juga dapat ditemukan di baliho kampanye politik dan ditempel di angkutan umum, truk, dan becak.[2] Partai Golkar menyangkal pernyataan bahwa slogan itu disebarkan oleh Golkar.[3] Perasaan nostalgia tersebut dipromosikan oleh Tommy Soeharto, putra dari Soeharto, saat mendirikan Partai Berkarya.[4] Dalam survei Indo Barometer yang diambil oleh majalah Tempo, 32,9% responden menyatakan bahwa Suharto adalah presiden paling berhasil[5] sementara bagi para penentang Soeharto, Suharto dinilai menimbulkan keterpurukan negeri dan pelanggaran HAM.[6]

Referensi

  1. ^ Nugroho, Andreas (2013-11-25). "Mengapa 'merindukan' sosok Suharto?". BBC News Indonesia. Diakses tanggal 2021-11-13. 
  2. ^ a b Pontororing, Angela (Juli 2016). "Sebuah Upaya Pembacaan Poskolonial dengan Metode Dialog Imajinatif Antara Foto Soeharto "Piye Kabare, Penak Jamanku To?" dan Teks Keluaran 14:10-12; 16:1-3; 17:3" (PDF). Indonesian Journal of Theology. 4/1: 1–44. Diakses tanggal 7 Februari 2022. 
  3. ^ Waskita, Ferdinand (13 Februari 2014). Simanjuntak, Johnson, ed. "Golkar Bantah Buat Atribut Soeharto 'Piye Kabare, Enak Jamanku To'". Tribunnews.com. Diakses tanggal 7 Februari 2022. 
  4. ^ Dewi, Tiffany Marantika (2018-05-28). "Tommy Soeharto: Kita Sudah 20 Tahun Reformasi Tapi Nyatanya Tidak Lebih Baik". Tribun Wow. Diakses tanggal 2021-11-13. 
  5. ^ Siddiq, Taufiq (2018-05-20). "Survei: Soeharto Dinilai sebagai Presiden Paling Berhasil". Tempo.co. Diakses tanggal 2021-11-13. [pranala nonaktif permanen]
  6. ^ "Dari 1965 hingga slogan 'piye kabare enak jamanku toh': Suharto dibenci, Suharto dirindukan". BBC News Indonesia. Diakses tanggal 2021-11-13. 
  • l
  • b
  • s
Soeharto
Presiden Indonesia ke-2
Keluarga
Orang tua
Kertosudiro (ayah) dan Sukirah (ibu)
Pasangan dan saudara
Tien Soeharto (istri) • Probosutedjo (adik) • Sudwikatmono (sepupu)
Generasi ke-2
  • Tutut (anak) dan Indra Rukmana (menantu)
  • Sigit (anak)
  • Bambang (anak) dan Halimah (mantan menantu), Mayangsari (menantu)
  • Titiek (anak) dan Prabowo Subianto (mantan menantu)
  • Tommy (anak) dan Tata (mantan menantu)
  • Mamiek (anak)
Generasi ke-3
Pemerintahan
Topik terkait
Didahului: Soekarno
Digantikan: B. J. Habibie